<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Septiawan Lintang Kita</title>
	<atom:link href="http://septi4w4n.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://septi4w4n.wordpress.com</link>
	<description>Kelana asaku berkelana mengarungi hati ke hati membelai jiwa demi jiwa mencari persinggahan diri pembelai lara kala sendiri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2008 13:22:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='septi4w4n.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Septiawan Lintang Kita</title>
		<link>http://septi4w4n.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://septi4w4n.wordpress.com/osd.xml" title="Septiawan Lintang Kita" />
	<atom:link rel='hub' href='http://septi4w4n.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hotspot Internet di Kawasan Serpong Makin Meluas</title>
		<link>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/10/11/hotspot-internet-di-kawasan-serpong-makin-meluas/</link>
		<comments>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/10/11/hotspot-internet-di-kawasan-serpong-makin-meluas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 13:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septi4w4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septi4w4n.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Serpong, SerpongKita.com- Tak dapat dipungkiri Internet kini telah menjadi gaya hidup sekaligus kebutuhan warga. Dengan teknologi yang biasa disebut wifi ini, para warga pengguna internet dapat mengakses Internet dengan mudah selama berada di wilayah coverage hotspot itu sendiri. Di wilayah Serpong, hotspot Internet ada di mana-mana. Mulai dari pusat perbelanjaan, restoran hingga masjid menyediakan jaringan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=19&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="style4"><strong>Serpong, SerpongKita.com-</strong> Tak dapat dipungkiri Internet kini telah menjadi gaya hidup sekaligus kebutuhan warga. Dengan teknologi yang biasa disebut wifi ini, para warga pengguna internet dapat mengakses Internet dengan mudah selama berada di wilayah coverage hotspot itu sendiri.</p>
<p>Di wilayah Serpong, hotspot Internet ada di mana-mana. Mulai dari pusat perbelanjaan, restoran hingga masjid menyediakan jaringan nirkabel berbasis teknologi berstandar IEEE 802.11b/g ini. Hotspot antara lain ada di Mall WTC Matahari, BSD Junction, ITC BSD,  Plaza BSD, Summarecon Mal Serpong, Tamani Kafe BSD,  Mc Donald BSD,  Mc Donald Alam Sutera, Restoran Bread n&#8217; Breakfast, DJ&#8217;s Kampung Aer Family Park Alam Sutera, Starbucks Summarecon, Masjid Al Hakim BSD dan lainya. (klik: <a href="http://www.serpongkita.com/index.php?milih=hotspot">Lokasi Hotspot</a>)</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/SK2/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p></span></p>
<p><img src="http://www.serpongkita.com/piccust/gambar/08_16_0848a65e82b56b2_0.jpg" alt="" width="314" height="235" /></p>
<p><em>Sejumlah pengunjung sedang menggunakan Internet di salah satu mal di Serpong </em></p>
<p>Keberadaan fasilitas akses Internet gratis tersebut tentu membuat warga dengan mudah mengakses internet kapan pun dan dimana pun di Kawasan Serpong. Menurut salah satu warga BSD, <strong>Fahmi Azmiar</strong> mengatakan, salah satu tempat favorit para pengguna hotspot adalah di Summarecon Mal Serpong. “Area hotspot yang cukup banyak diakses pengunjung adalah Mal Summarecon. Di sana ada dua tempat favorit untuk berinternet yakni di Downtown Walk dan The Food Temptation,” ucapnya.</p>
<p>Menurut <strong>Cut Meutia</strong> selaku General Manager of Corporate Communication Group Summarecon, pihaknya memang menyediakan tempat yang nyaman bagi pengguna internet agar mereka dapat melakukan pekerjaannya sambil memesan dan menikmati makanan yang tersedia. “Di sini kami memberikan semua kemudahan bagi para pengunjung ataupun pengguna hotspot,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (13/8).</p>
<p>Sementara itu, rencananya di kawasan BSD City akan dibangun area hotspot yang lebih luas lagi yakni di Foresta dan kawasan perkantoran Sun Burst Office Park yang berada di lahan seluas 20 hektar.  ” Area hotspot akan memudahkan aktivitas, mobilitas dan informasi  data bagi para penggunanya. Tentunya kita akanselalu  menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas tersebut,” ucap <strong>Idham Muchlis</strong>,  General Manager of Communication BSD City.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septi4w4n.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septi4w4n.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=19&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/10/11/hotspot-internet-di-kawasan-serpong-makin-meluas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/755e88281fd6653644218afa55fa3d1c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">septi4w4n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.serpongkita.com/piccust/gambar/08_16_0848a65e82b56b2_0.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Secangkir Lika- Liku Liputan Konflik Agama</title>
		<link>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/23/lika-liku-liputan-konflik-agama/</link>
		<comments>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/23/lika-liku-liputan-konflik-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 12:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septi4w4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sekedar Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septi4w4n.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ohh..Ahmadiyah Kita tidak akan pernah setuju kepada tindakan anarkis, apapun alasannya selama kita masih terikat oleh sebuah institusi. Jika ikatan institusi (hukum) tidak diakui, dengan sendirinya kita memisahkan diri dari wilayah kenegaraan yang ada. Untuk itu, kesalahan apapun yang ada, harus dilakukan melalui jalur institusi hukum yang ada. Main hakim sendiri, walau atas nama kebenaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=15&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ohh..Ahmadiyah</p>
<p>Kita tidak akan pernah setuju kepada tindakan anarkis, apapun alasannya selama kita masih terikat oleh sebuah institusi. Jika ikatan institusi (hukum) tidak diakui, dengan sendirinya kita memisahkan diri dari wilayah kenegaraan yang ada. Untuk itu, kesalahan apapun yang ada, harus dilakukan melalui jalur institusi hukum yang ada. Main hakim sendiri, walau atas nama kebenaran bisa dijuluki oleh pihak-pihak lain sebagai tindakan ‘premanisme’.</p>
<p>Melihat latar belakang peristiwa tersebut, ada tiga unsur (pihak) yang terkait, yaitu pemerintah, kelompok-kelompok liberal (pembela Ahmadiyah), dan juga Front Pembela Islam (FPI). Menurut pengamatan saya pribadi, ketiganya secara langsung atau tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.</p>
<p>Pemerintah ikut bertanggung jawab karena isu Ahmadiyah tidak kunjung diselesaikan. Padahal, sejak dua bulan terakhir sudah ada rekomendasi dari tim gabungan antara Departemen Agama, Kementerian Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah kelompok yang menyeleweng dan oleh karenanya perlu mendapat ketentuan hukum.</p>
<p>Mengundur-undur sebuah keputusan yang menyangkut isu sensitif hanya akan menambah ‘sensitivitas’ masyarakat, dan pada akhirnya akan mudah dibakar sehingga terjadi tindak kekerasan semacam peristiwa Monas hari Minggu tanggal 1 Juni lalu.</p>
<p>Artinya memang diperlukan sebuah ketegasan. Ketegasan yang boleh jadi tidak populer, tapi demi maslahat yang lebih besar, perlu diambil. Jika tidak, gesekan-gesekan sosial akan rentan bertabrakan.</p>
<p>Bahkan isu konflik di negara ini, tidak akan selalu disulut oleh isu Ahmadiyah itu sendiri, tapi juga oleh masalah-masalah lain. Masalahnya karena memang sudah terjadi sensitivitas yang tinggi di kedua belah pihak.</p>
<p>Apabila kita mau merunut ke belakang untuk melihat akar masalah ini, saya pribadi beranggapan bahwa Ahmadiyah menjadi akar konflik yang ada saat ini akibat ketidakjelasan pemerintah untuk mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang semestinya dikeluarkan awal bulan Mei lalu oleh Mendagri bersama Jaksa Agung dan Menag. Berlarutnya SKB membuat organisasi-organisasi yang mendukung (atau berkedok atas nama Hak Asasi Manusia) mencari celah menjadikan Ahmadiyah sebagai sesuatu yang dilindungi.</p>
<p>Salah satu organisasi cair yang menjadi sorotan adalah Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan (AKKBB) Beragama dan Berkeyakina yang terdiri dari berbagai ormas yang kini menjadi menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di Monas. Gerakan AAKB sendiri terkesan sebagai “bemper” pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah-bukan al-Qur&#8217;an- dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Apapun cerita di balik dari peristiwa tersebut, kekerasan adalah kekerasan yang tidak mungkin ditolerir dalam negara yang sudah menpunyai ketetapan hukum. Ekspresi kebenaran dengan melakukan kekerasan tidak mungkin bisa dibiarkan bila semua pihak mengakui otoritas dan hukum dalam institusi kenegaraan.</p>
<p>Bangsa ini mungkin masih butuh waktu panjang untuk membaca agenda tersembunyi dari semua pristiwa dan konflik yang bergulir saat ini, seiring dengan meningkatnya konstelasi politik di Indonesia. Hal ini menjadi krusial, sebab jika semua melakukan hal yang sama, hancurlah institusi kenegaraan.</p>
<p><span class="style4"><em>Wan Chekov alias Septiawan<br />
Seorang Pekerja Media yang jadi sibuk karena konflik Ahmadiyah VS FPI</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/septi4w4n.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/septi4w4n.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septi4w4n.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septi4w4n.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=15&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/23/lika-liku-liputan-konflik-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/755e88281fd6653644218afa55fa3d1c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">septi4w4n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Titik Pertempuran Pahlawan Seribu</title>
		<link>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/18/sejarah-titik-pertempuran-pahlawan-seribu/</link>
		<comments>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/18/sejarah-titik-pertempuran-pahlawan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 05:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septi4w4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Serpong dalam Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septi4w4n.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan Serpong makin berkembang pesat seiring dengan lonjakan pertumbuhan bisnis di daerah ini. Daerah yang semula kebon karet kini menjadi daerah elit. Puluhan tempat hiburan, mal, pusat keramaian bermunculan di Serpong. Bangunan sejarah yang merupakan nafas masa lalu kian terhembus oleh derap laju pembangunan yang kini makin marak. Mereka para pelaku sejarah yang dulunya merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=7&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="height:46px;" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="62">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kawasan Serpong makin berkembang pesat seiring dengan lonjakan pertumbuhan bisnis di daerah ini. Daerah yang semula kebon karet kini menjadi daerah elit. Puluhan tempat hiburan, mal, pusat keramaian bermunculan di Serpong. Bangunan sejarah yang merupakan nafas masa lalu kian terhembus oleh derap laju pembangunan yang kini makin marak.</p>
<p>Mereka para pelaku sejarah yang dulunya merupakan bagian dari sejarah seyogyanya dikenang oleh para generasi yang akan datang. Masyarakat Serpong khususnya, bisa berbangga karena daerah ini pernah menjadi salah satu bagian sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Situs-situs sejarah yang kini tersisa tinggallah Makam Pahlawan Seribu, Monumen Lengkong, dan beberapa bangunan peninggalan Belanda. Hasil penelusuran saya terhadap  nara sumber dan pelaku sejarah di Serpong  tertuju pada  salah seorang pelaku sejarah yang masih hidup yaitu Pak Mahadi bin Bantoet (90), bapak dari 15 orang anak.</p>
<p><strong>Pelaku Sejarah</strong></p>
<p>Perang ada dan akhirnya dicatat sebagai sebuah peristiwa bersejarah oleh masyarakat. Dengan mata yang tidak berfungsi dengan normal dan jalan yang tertatih-tatih Pak Mahadi masih terkenang dengan kuat masa-masa ketika pertempuran seribu terjadi. Pak Mahadi, kelahiran 20 Februari 1917 yang sehari-hari akrab dipanggil Pak Oyot, mulai menuturkan kisahnya saat ia berusia sekitar 30 th. Saat itu, ia menjadi &#8220;komicho&#8221; yang dulunya merupakan sistem aparat desa bentukan Jepang atau setingkat RT saat ini.</p>
<p><span class="style4"><img src="http://www.serpongkita.com/gambar/wawancara/pak%20oyot.jpg" alt="" /><br />
<em>Pak Mahadi atau biasa disapa Pak Oyot (90), seorang pelaku sejarah pertempuran Pahlawan Seribu di Serpong</em></span></p>
<p>Para laskar rakyat yang datang menyerbu merupakan para laskar yang berasal dari Banten ketika itu. Mereka yang datang dari dari daerah Maja mencapai ribuan orang yang dipimpin oleh seorang Kyai. Ketika itu rakyat yang berjumlah ribuan berhadapan secara langsung dengan para tentara Belanda.</p>
<p>Menurut Pak Oyot, saat itu pihak Belanda mengajak berdamai dengan rakyat yang menyerbu markas karena rakyat yang bersenjata golok dan bambu dipandang sebelah mata oleh pasukan belanda yang bersenjata canggih kala itu. Namun, saat sedang berlangsung pembicaraan ada tentara Belanda yang dibacok. Hingga akhirnya, pertempuran pun meletus. Dengan bermodal keberanian dan senjata genggam rakyat mulai menyerang. Sambil meneriakkan “Allahu Akbar” mereka menghunus golok dan bambu runcing.</p>
<p>Pertempuran yang terjadi pada tanggal 26 Mei 1946 berlangsung selama 12 jam. Korban yang jatuh ketika itu, menurut penuturan Pak Oyot yang juga merupakan salah seorang yang ikut memakamkan mereka ke dalam tiga lobang berjumlah 147. Ia mengatakan dua lubang makam masing-masing diisi 50 jenazah dan yang satunya berjumlah 47 orang. Namun, di tempat berbeda ditemukan 3 jenazah lagi yang kemudian dimakamkan secara terpisah. Bersama dengan rekannya seorang amil desa Cilenggang yang sudah wafat, ia memandikan dan mengubur jenazah-jenazah tersebut ke liang lahat.</p>
<p>Mungkin kini hanya tinggal Pak Oyot yang menjadi saksi hidup peristiwa tersebut. Ketika itu Pak Oyot secara langsung menyaksikan dan memakamkan para jenazah pertempuran tersebut. Selain itu kisah pertempuran dengan tentara Belanda tersebut, ia juga menuturkan pertempuran yang terjadi dengan Jepang di daerah Lengkong. Menurut Pak Oyot, di daerah Lengkong merupakan gudang senjata tentara Jepang. Namun, para taruna yang ketika itu dipimpin oleh Mayor Daan Mogot, mencoba merebut gudang senjata tersebut. Hingga akhirnya meletuslah peristiwa Lengkong. Pada awalnya pasukan Jepang ketika itu tidak mau menyerahkan gudang senjata tersebut. Namun semangat pemuda yang sangat berani akhirnya menguasai gudang senjata tersebut hingga meletuslah peristiwa Lengkong.</p>
<p>Sebelumnya ketika masa pemerintahan Jepang, Pak Oyot mengaku sempat menjadi pekerja paksa di Lengkong sebagai tukang besi di gudang senjata.</p>
<p>Berikut ini adalah kutipan wawancara yang dilakukan oleh saya sebagai seorang reporter SerpongKita.com dengan Pak Mahadi bin Bantoet alias Pak Oyot:</p>
<p><strong>Kapan Anda mengalami masa perjuangan Serpong?</strong></p>
<p>Ketika terjadi peristiwa pertempuran tersebut sekitar bulan mei 1946, saya berusia sekitar 30 thn. Masa pemerintahan ketika itu masih kawedanan dan saat itu merupakan masa transisi kekuasaan Nasional yang diproklamirkan oleh Bung Karno ketika itu.</p>
<p>Saya menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri ribuan orang mendatangi Vedbak (Pos-pos MP) yang ada di PTPN dulu.</p>
<p><strong>Apa yang Anda ketahui tentang peristiwa Pertempuran Seribu yang terjadi ? </strong></p>
<p>Saya menyaksikan dari rumah, ribuan orang berduyun-duyun dengan berjalan kaki menghampiri Vedbak-Vedbak yang ada di kawasan PTPN hingga Stasiun. Dan ada seorang Kyai yang bersorban memimpin pasukan tersebut. Awalnya tidak terjadi keributan karena sebelumnya ada perundingan. Meski, mereka saling berhadapan namun tidak langsung terjadi bentrok. Pihak Belanda meminta para laskar tersebut untuk bubar. Mereka tidak melihat rakyat sebagai seatu ancaman yang berbahaya . Para rakyat yang bersenjata golok, tetap berada di posisinya untuk menyerang. Sementara pasukan Belanda sudah bersiap untuk menembak mereka dari balik pohon bambu yang berada di dataran yang lebih tinggi.</p>
<p><strong> Bagaimana kondisi masyarakat Serpong, ketika itu? </strong></p>
<p>Ketika itu memang masyarakat di daerah Serpong sudah merasa tertekan. Namun sebagian besar dari laskar rakyat yang turun ketika itu merupakan Laskar yang datang dari Banten. Ada beberapa penduduk Desa Kranggan dan Desa Setu yang juga ikut bertempur ketika itu. Dengan modal keberanian dan senjata yang ada, berbagai golongan kelompok dan suku yang ada ketika itu, bersatu menyerang Pos tentara Belanda yang ada di sini.</p>
<p><strong> Siapa saja yang terlibat ketika masa perjuangan Serpong tersebut? </strong></p>
<p>Untuk peristiwa Pahlawan Seribu, titik pertempuran terjadi tepat di kawasan pertigaan Cisauk. TKR belum ada jadi perlawanan yang dilakukan bersifat semangat kedaerahan dan lokal. Pada umumnya laskar atau kelompok perlawanan rakyat yang datang menyerbu Belanda di daerah ini datang dari Banten yang berasal dari daerah Madja, Tejo dan sekitar Rangkas Bitung . Tetapi untuk peristiwa Lengkong yang merupakan perebutan gudang senjata tentara Jepang oleh para taruna Akedemi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot.</p>
<p><strong>Setelah terjadi peristiwa pertempuran Pahlawan Seribu, apa yang Anda terjadi ?</strong></p>
<p>Malamnya, setelah pertempuran yang berlangsung selama satu hari dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam itu, Serpong benar-benar sepi dan sunyi. Warga banyak yang pergi karena ketakutan. Namun, saya dan almarhum Jaro Arsyad mulai mengumpulkan dan mengubur jenazah. Jenazah berjumlah 147. Dan dimakamkan ke dalam tiga liang lahat. Kemudian 3 jenazah dimakamkan terpisah oleh warga.</p>
<p>Setelah keadaan kembali normal, para warga membuat sebuah tugu peringatan yang dibangun secara swadaya. Namun, saya prihatin. Tugu tersebut saat ini kian tertutup diantara para pedagang yang berjajar di pertigaan Cisauk.</p>
<p><strong> Menurut yang Anda ketahui, adakah hal-hal yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Serpong untuk mengenang jasa para pahlawan perjuangan tersebut? </strong></p>
<p>Setiap tujuh belasan selalu ada malam renungan. Namun monumen dan tugu yang menjadi bangunan saksi sejarah kurang dipelihara malah dipindahkan. Sebagai, contoh tempat titik pertempuran yang terjadi di pertigaan Cisauk yang sudah ada monumen dan makamnya malah dipindah ke kawasan Taman Tekno BSD. Memang jika hendak menyusuri sejarah perjuangan daerah Serpong tidak mudah karena tidak ada perhatian khusus dari Pemda. Peninggalan sejarah perjuangan nyaris tak berbekas atau malah dipindahkan, kecuali taman makam pahlawan yang hanya dikunjungi setahun sekali tiap Agustus. Sisa-sisa bangunan peninggalan pada zaman kolonial Belanda memang belum dibenahi secara optimal oleh pemerintah.</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Anda sebagai pelaku sejarah terhadap pembangunan yang kian pesat di kawasan  Serpong saat ini? </strong></p>
<p>Diperlukan keinginan yang kuat seluruh lapisan masyarakat yang ada, khususnya pemerintah untuk bisa lebih menghargai jasa para pejuang yang sudah rela berkorban demi generasi penerusnya. Keikhlasan mereka dalam berjuang tidak mengharapkan balasan. Keringat dan cucuran darah yang menetes bahkan nyawa demi sebuah perjuangan di Serpong. Apakah wajarkah kita sebagai warga yang mendiami kawasan Serpong ini hanya menumpang dan bersenang tanpa mau tahu perjuangan dan sejarah mereka.</p>
<p>Pembangunan juga perlu, tapi setidaknya menghargai jasa para pahlawan yang amat berjasa ini. Dengan relokasi makam bukannya menjaga dan merawat malah menjauhkan generasi kita dari sejarah.</p>
<p><strong> Menurut Anda apakah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat Serpong terhadap sejarah perjuangan rakyat? </strong></p>
<p>Sebaiknya, seluruh lapisan masyarakat bisa berperan lebih aktif lagi dalam mengenang dan menghargai jasa para pahlawan. Khususnya yang ada di Serpong tidak hanya sekedar meletakkan karangan bunga atau mengulurkan bantuan ketika memperingati Hari proklamasi atau Hari Pahlawan. Sebaliknya segenap lapisan rakyat perlu memainkan peranan dan kewajiban memastikan kebajikan mereka pejuang mendapat hak yang sewajarnya. Kembangkan pengetahuan sejarah generasi muda terhadap para pahlawan mereka. Jangan hanya melakukan seremoni saja.</p>
<p><strong> Adakah secercah harapan atau keinginan dari Anda yang ingin disampaikan pada masyarakat yang awam terhadap perjuangan rakyat Serpong saat ini? </strong></p>
<p>Saya mengharapkan pembenahan tersendiri, khususnya untuk sisa-sisa bangunan sejarah perjuangan Serpong dan peninggalan zaman kolonial Belanda. Bangunan sejarah jangan dipindah-pindah. Bangunan sebenarnya tidak dirawat. Untuk kawasan pertigaan Cisauk harus ditata ulang kembali dengan tidak menghilangkan sejarah aslinya sebagai titik pertempuran Pahlawan Seribu. (Wan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/septi4w4n.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/septi4w4n.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septi4w4n.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septi4w4n.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=7&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/18/sejarah-titik-pertempuran-pahlawan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/755e88281fd6653644218afa55fa3d1c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">septi4w4n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.serpongkita.com/gambar/wawancara/pak%20oyot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/15/hello-world/</link>
		<comments>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 05:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>septi4w4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=1&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/septi4w4n.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/septi4w4n.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septi4w4n.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septi4w4n.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septi4w4n.wordpress.com&amp;blog=4514691&amp;post=1&amp;subd=septi4w4n&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septi4w4n.wordpress.com/2008/08/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/755e88281fd6653644218afa55fa3d1c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">septi4w4n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
